Punya berat badan ideal biasanya jadi dambaan semua orang. Selain membuat jadi lebih percaya diri, berat badan ideal juga bisa mendukung kesehatan tubuh. Oleh karena itu kamu bisa mengikuti program Hawa Gym Home Workout yang memberikan banyak manfaat bagi kesehatan nih. Kamu akan mendapat panduan video latihan, e-book pola makan, gratis konsultasi dengan dokter dan trainer profesional jika mengalami kendala selama latihan, hemat waktu dan bensin, diskon merchant dan masih banyak lagi. Untuk info lebih lanjut dapat mengunjungi website: https://homeworkout.hawagym.com/  yaa.

Untuk mewujudkan berat badan proporsional, banyak orang akan melakukan diet ketat dan memilih tidak makan nasi. Namun, apakah berhenti makan nasi saat menurunkan berat badan adalah langkah tepat?

Kandungan Gizi dalam Nasi

Selain mengenyangkan, nasi juga punya kandungan nutrisi yang sebenarnya baik untuk tubuh bila dikonsumsi dalam porsi yang wajar. Sayangnya, nasi putih sering kali dianggap “musuh” bagi orang-orang yang melakukan diet, dalam satu porsi nasi putih terdapat kandungan:

  • Kalori
  • Lemak
  • Sodium
  • Karbohidrat
  • Serat
  • Gula
  • Protein

Tidak hanya itu, nasi putih juga mengandung vitamin B yang kompleks, seperti niacin, tiamin, dan riboflavin. Lalu, juga bisa jadi sumber mineral tubuh karena mengandung zat besi tinggi, magnesium, dan mangan.

Selain menjadi sumber energi yang baik untuk tubuh, nasi pun bermanfaat untuk membantu menjaga sistem pencernaan.

Ini dikarenakan nasi mengandung serat yang nantinya akan diubah menjadi asam lemak oleh tubuh. Asam lemak inilah yang akan bekerja untuk menjaga kesehatan usus dan sistem pencernaan Anda.

Lalu, nasi juga berfungsi menjaga kesehatan tulang dan saraf, karena mengandung magnesium yang cukup tinggi. Kandungan ini juga dipercaya bisa meningkatkan kesehatan tulang agar terhindar dari penyakit di masa depan.

Efek Berhenti Makan Nasi saat Diet

Kalau dilihat dari kandungan dan manfaatnya, tidak ada alasan untuk menghindari nasi, 

ketika sedang menjalani diet untuk menurunkan berat badan, nasi tetap perlu dikonsumsi.

Ini dikarenakan nasi adalah sumber karbohidrat yang bisa membantu memberikan energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

“Kalau lagi diet, sebenarnya tidak boleh skip makan nasi. Nasi itu sumber karbohidrat yang memang diperlukan untuk menambah energi di dalam tubuh. Jadi, kalau memang ingin diet, tetap harus makan tiga kali dalam sehari. Harus ada asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral,

Namun, bukan berarti kita bisa makan nasi sepuasnya selama diet! Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bila ingin makan nasi saat diet, seperti:

  • Atur Porsi Makan 

Boleh makan nasi bukan berarti bisa makan nasi dengan porsi yang banyak. Baik saat diet maupun tidak, asupan nasi putih tetap harus dijaga. Karena, nasi putih mengandung karbohidrat dan gula yang cukup tinggi.

Kandungan kalorinya juga tergolong tinggi. Hal ini bisa membuat kalori di dalam tubuh jadi menumpuk dan pada akhirnya membuat berat badan semakin naik.

  • Nasi Bisa Meningkatkan Kadar Gula Darah 

Selain kalorinya yang tinggi, nasi putih juga memiliki indeks glikemik yang tinggi. Indeks ini adalah tolak ukur seberapa cepat tubuh bisa mengolah karbohidrat menjadi gula yang nantinya akan diserap oleh tubuh.

Semakin tinggi indeks glikemik suatu makanan, semakin cepat juga makanan itu bisa meningkatkan kadar gula darah.

  • Ganti Nasi Putih dengan Nasi Merah 

Bila ingin mengganti nasi putih, pertimbangkan untuk mencoba nasi merah. Nasi merah memiliki serat yang lebih baik ketimbang nasi putih atau jenis nasi lainnya.

Nasi merah memiliki indeks glikemik yang rendah, bagus untuk orang yg ingin diet karena jenis karbohidratnya lepas lambat yang sifatnya mengenyangkan lebih lama.

Nasi merah juga tidak memiliki gula tinggi. Jenis ini baik dikonsumsi orang diet maupun penderita diabetes, meski rasanya memang tidak seenak nasi putih, nasi merah tetap bisa jadi pilihan terbaik untuk kesuksesan program diet.