Di era digital seperti sekarang ini, Kesehatan mental menjadi masalah yang sangat penting loh, apalagi dengan akses media sosial yang semakin luas. banyak orang tanpa sadar terkena dampaknya. Media sosial seperti Instagram, TikTok, atau YouTube sekarang sering menjadi ajang perbandingan hidup seseorang. Akibatnya, tumbuhlah standar hidup tinggi yang mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Lantas, apa saja sih dampak dari tekanan media sosial terhadap Kesehatan mental?

  1. FOMO (Fear of Missing Out), yaitu perasaan takut tertinggal oleh tren, informasi, atau pengalaman orang lain yang tersebar di media sosial.
  2. Sering membandingkan dirinya, sehingga berujung pada rasa minder, stres, iri, bahkan cemas.
  3. Kecanduan validasi untuk mencari pujian dan persetujuan orang lain.
  4. Overstimulasi atau kelelahan pikiran dan otak karena terlalu banyak informasi.

Hal tersebut bisa menimbulkan gangguan mental seperti kecemasan, insecurity, stres, atau burnout. Dan parahnya, dapat berakhir depresi, loh !

Penyebab dan Ciri Burnout Pada Gen Z

Burnout adalah kondisi lelah fisik, emosional, dan mental akibat stres berkepanjangan. Kondisi ini yang biasanya terjadi pada pekerja, juga dapat terjadi pada pelajar dan remaja.

Ciri ciri burnout apa aja si ?

  1. Merasa lelah terus-menerus.
  2. Kehilangan motivasi.
  3. Mudah emosi atau sensitif.
  4. Merasa tidak ada tujuan.

Penyebab burnout bisa karena tekanan akademik, karier, ekspektasi sosial, atau media sosial. Generasi Z, yang tumbuh dengan kemajuan teknologi, harus bisa mengelola mental yang sehat untuk perkembangan diri yang sukses. Lantas, bagaimana cara untuk menjaga mental tetap sehat?

 1. Healing: Kenapa Penting?

Ternyata healing bukan hanya sekedar bersenang-senang loh, tetapi proses memahami dan memulihkan diri secara emosional. Bentuk healing sering dilakukan melalui liburan atau self care, seperti me time, jalan sendiri, mengurangi screen time, atau melakukan hal yang disenangi. Healing juga dapat membantu menurunkan stres, menenangkan pikiran, dan mengenal diri sendiri lebih dalam.

 2. Self Therapy

Self therapy juga ga kalah penting untuk menjaga Kesehatan mental, yaitu bertujuan untuk mengelola kesehatan mental dan meningkatkan kesejahteraan diri melalui kegiatan seperti jurnaling, relaksasi, positive self talk, meditasi, atau yoga. Manfaatnya adalah berkurangnya stres dan kecemasan, kesadaran diri meningkat, mengurangi overthinking, dan membantu refleksi diri.

 3. Self Love

Self love berarti mencintai, menerima, dan menghargai diri sendiri apa adanya tanpa harus sempurna. Ini adalah bentuk apresiasi terhadap diri sendiri yang memberikan dampak baik pada mental dan fisik. Sebagian mungkin menganggap self love sebagai bentuk kegoisan atau narsisme, padahal sebenarnya self love sendiri adalah dasar penting untuk meningkatkan Kesehatan mental, kualitas hidup, dan kepercayaan diri seseorang. Lalu, seperti apa contoh self love itu?

  1. Menerima kekurangan dan kelebihan diri dan memperlakukan diri dengan kasih sayang.
  2. Memberikan yang terbaik untuk tubuh dan mental dengan merawat diri dengan baik dan menjaga kesehatan mental.
  3. Menghargai proses atau pencapaian diri sendiri, baik kecil maupun besar.
  4. Membangun rasa percaya diri yang kuat dan sehat.
  5. Berani membela diri sendiri.
  6. Memaafkan diri.

Kesehatan mental tidak bisa diabaikan, terutama di era digital seperti saat ini. Generasi Z harus mampu membatasi waktu layar dan menyadari bahwa kehidupan maya hanyalah sorotan, sedangkan kehidupan nyata lah yang perlu difokuskan. Mulai sekarang, update versi dirimu ke yang terbaik yuk !