Selain rutin mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga juga menjadi cara terampuh untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tubuh yang rutin olahraga akan mengalami perubahan fisik, kekuatan otot meningkat, kemampuan menjaga keseimbangan bertambah, fleksibiltas tubuh membaik, dan kemampuan fokus menjadi lebih baik. Beberapa orang yang merasa sehat dan kuat karena olah raga kemudian menghentikan aktivitas latihannya. Hal ini bisa memiliki dampak buruk. Saat kita berhenti melakukan aktivitas fisik, segala manfaat yang kita terima akan mengalami penurunan. Semakin kita sehat, semakin cepat kita kehilangan manfaat latihan itu. Nah apa saja dampak yang bisa dirasakan tubuh ketika kamu berhenti dari rutinitas berolahraga yang kamu lakukan?

  • Kehilangan Kekuatan

Ketika kamu berhenti berolahraga, kekuatan ketahanan fisikmu akan menghilang. Kehilangan kekuatan biasanya terjadi setelah dua setengah hingga tiga minggu tidak aktif, menurut Molly Galbraith, seorang ahli kekuatan dan kondisi bersertifikat. Sebuah studi yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Olahraga University of Murcia, Spanyol, yang berjudul Physiological Effects of Tapering and Detraining in World Class Kayakers, menunjukkan bahwa hasil jangka pendek dalam penghentian latihan adalah besarnya penurunan kekuatan otot dan daya tahan atlet tersebut

  • Berkurangnya Volume Maksimal Oksigen dalam Tubuh

Hal ini terkait dengan volume maksimal O2 (oksigen) dalam tubuh  (VO2 max). VO2 max merupakan volume maksimal oksigen yang diproses oleh tubuh manusia saat melakukan kegiatan yang intensif. Hal ini berarti, lebih sedikit oksigen yang tersedia di tubuhmu untuk menghasilkan energi bagi otot. Menurut para ahli ketika kamu berhenti berolahraga, akan terjadi perubahan VO2 max secara bertahap dari minggu ke minggu. Misalnya, pada minggu pertama setelah berhenti berolahraga, kamu akan mengalami penurunan VO2 max sebanyak lima persen. Imbasnya, kamu akan merasakan tubuh jadi tak sebugar seperti biasanya. Ketika tubuh berhenti berolahraga selama dua hingga tiga minggu, VO2 max tubuhmu akan semakin menurun, yaitu mencapai 12 persen. Di kondisi ini, tubuh akan mengalami penurunan kekuatan otot. Bahkan, sel-sel otot jadi kian mengecil, dan diiringi membesarnya sel-sel lemak tubuh.

  • Degenerasi Otot

Jika aktivitas yang kamu lakukan berubah dari sangat aktif menjadi tidak aktif, kamu sebenarnya masih dianggap sehat oleh ahli fisiologi olahraga, namun akan diberi label “dekondisi”. Jadi, jika kamu berhenti berolahraga untuk alasan apapun,kamu  akan merasakan dampak negatif. Atrofi otot akan mengambil alih, sehingga kamu akan mulai mengalami masalah sendi dan ligamen. Tubuh mulai kehilangan otot, dan mengembangkan atrofi otot, terutama jika kamu telah terbiasa oleh latihan ketahanan. Seberapa cepat kamu kehilangan massa otot tergantung kepada usiamu. Biasanya paha depan dan bisep menyusut lebih cepat. Bahkan jika kamu  bukan seorang atlet yang terlatih, dalam 10-28 hari otot akan kehilangan kekuatan dan daya, termasuk kecepatan, kelincahan, mobilitas, bergerak dari sisi ke sisi, dan juga koordinasi. Sekitar dalam waktu seminggu, otot mu akan kehilangan beberapa potensi pembakaran lemak dan melambatnya metabolisme. Akibatnya lemak mulai bertambah dan meutupi otot.

  •  Naiknya Tekanan Darah

Efek ini terjadi dalam jangka pendek dan secara instan. Tekanan darah akan lebih tinggi ketika kamu tidak berolahraga, dibandingkan dengan ketika aktif berolahraga. Pembuluh darah juga beradaptasi terhadap aliran darah yang lambat hanya setelah 2 minggu berhenti berolahraga. Dalam sebulan, arteri dan vena yang kaku mengirim tekanan darah kembali ke tempat yang semestinya ketika kamu  tidak melakukan gerakan sama sekali, menurut Linda Pescatello, Ph.D., dari University of Connecticut.

  • Daya Tahan Berkurang

Ketika kamu berhenti berolahraga selama dua minggu, jangan heran daya tahan atau stamina tubuh akan merosot. Misalnya, kamu akan merasa kewalahan ketika berjalan jauh atau menaiki tangga. Hal ini dikarenakan menurunnya jumlah oksigen maksimum yang bisa digunakan tubuh. Ukurannya mencapai 10 persen dalam dua pekan dan 15 persen dalam sebulan. Selain itu ketika berhenti berolahraga selama 14 hari, kekuatan dan kecepatan tubuh pun akan merosot dan kadar gula darah akan naik sehingga bisa menyebabkan diabetes dan tekanan darah tinggi.

Untuk menghindari hal tersebut kamu perlu membuat jadwal olahraga dan waktu istirahat agar tubuhmu tetap bugar dalam berolahraga. Membiarkan tubuh untuk mendapatkan waktu istirahat yang cukup adalah salah satu kunci terbaik untuk mendapatkan tingkat kebugaran yang sukses. Jika masih bingung dalam mengatur jadwal olahraga dan waktu yang tepat untuk rest day dan jadwal latihan serta bisa mendapat free e-book pola makan agar lebih teratur kamu bisa ikut program Hawa Gym Home Workout. Program ini telah dirancang oleh trainer profesional dan memang dikhususkan bagi kamu yang ingin rutin berolahraga untuk menurunkan berat badan. Selain memberikan video latihan untuk gerakan  olahraga yang mengenai seluruh bagian tubuh, kamu juga akan mendapatkan gratis sesi konsultasi dengan trainer dan doker jika memiliki pertanyaan seputar diet. Benefit lain yang akan kamu dapatkan yaitu mendapat diskon di merchant yang sudah bekerjasama dengan Hawa Gym, hemat bensin dan bisa berolahraga di rumah sesuai dengan waktu olahraga yang kamu inginkan. Untuk info lebih lanjut kunjungi website: https://homeworkout.hawagym.com/.